PLTN, kenapa ditolak?

Oleh: Muhammad Kunta Biddinika

Ternyata ketakutan akan momok nuklir tidak saja melanda masyarakat yang belum mengerti dan memahami teknologi nuklir tetapi juga oleh ilmuwan bahkan oleh mereka yang menggeluti bidang ilmu fisika. Sementara teknologi nuklir yang ada saat ini, kebanyakan dibidani oleh para ilmuwan-ilmuwan fisika. Dimulai oleh W.C. Roentgen, seorang fisikawan Jerman yang menemukan radiasi sinar-X. Penemuan ini membuatnya dianugerahi Nobel Fisika pada tahun 1901 yang merupakan kali pertama dalam tradisi tahunan penganugerahan hadiah Nobel Fisika. Penemuan di bidang nuklirlah yang menjadi bidang ilmu pertama dalam fisika yang mendapatkan hadiah Nobel.

Salah satu aplikasi bidang ilmu nuklir yang ramai dibicarakan di Indonesia saat ini adalah PLTN. Hal ini berkaitan dengan rencana pembangunan PLTN yang pertama di Indonesia yang akan berlokasi di semenanjung Muria, Jawa Tengah. Berbagai pro dan kontra muncul di seputar rencana tersebut.

LSM dan Agamawan

Berbagai alasan dikemukakan, mulai dari dampaknya terhadap lingkungan hidup, masyarakat sekitar, hingga pemilihan energi alternatif non-nuklir yang belum sepenuhnya digarap sebagai solusi krisis energi di Indonesia. Tidak kurang alasan keekonomian dari pembangkitan energi nuklir untuk listrik juga ikut diperdebatkan. Bahkan kesiapan sumber daya manusianya juga turut disoroti.

Kalangan agamawan juga ada yang bersuara keras dengan rencana pembangunan PLTN tersebut. Bahkan sampai menjatuhkan fatwa haram pada PLTN. Alasan mashlahat (keuntungan, manfaat) dan mafsadat (kerugian, kerusakan) menjadi dasar pertimbangan fatwa tersebut.  Menghindari mafsadat lebih diprioritaskan daripada mengambil mashlahat. Begitu salah satu kaidah dalam ilmu ushul fiqh yang digunakan sebagai dasar pengambilan hukumnya. Read more »

Fusion, Energy for the Future

This is just the summary from the book that I read recently. I borrowed this book from one of the professors who taught Nuclear Energy System (Nuclear fusion design), the course that I took on autumn semester. This book tells us the development of fusion energy from its early stage up to now (the current status). The book is comprehensive and easy to understand. Don’t worry about the equations because only the simple ones appeared which just strive to explain the related basic principle of nuclear fusion. If you are interested in fusion energy, this book might be one of good choice for you to read.

-   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -

Nuclear fusion is the fusion of two light nuclei to form a heavier nucleus and other particles, the sum of whose masses is slightly smaller than the sum of the original nuclei. The missing mass is converted into energy, usually into the kinetic energy of the products. Because of the electric charges on the initial nuclei, a high kinetic energy is required to initiate fusion reaction.  In principle, fusion is the energy of the universe but some scientists try to bring this energy from the stars down to the earth with the hope that this kind of energy can be useful to mankind which afterward some experiments are conducted. Read more »

Memory 29-09-2009

Foto depan main building Tokyo institute of Technology, sehari sesudah hujan salju

Tepat pukul 22.15 WIB, pesawat JAL jenis Boeing 726 yang membawa saya dan beberapa teman penerima beasiswa Monbukagakusho/MEXT 2009 tinggal landas dari bandara internasional Soekarno Hatta menuju Narita international airport, Chiba Jepang. Duduk di area window seat membuat saya untuk beberapa saat leluasa menikmati indahnya kelap kelip kota Jakarta dari ketinggian beberapa ratus kaki hingga pemandangan itu hilang dari pandangan saya. Beruntung bagi saya pada malam itu karena bisa mendapat window seat dan lebih dari itu saya boleh menempati seat di barisan paling depan kelas ekonomi yang berbatasan langsung dengan  kabin kelas bisnis. Keberuntungan saya ini, tidak lepas dari campur tangan om Vitalis, saudara dekat bapak yang memang pandai melobi dan jago dalam urusan-urusan procedural semacam itu. Alhasil sayapun boleh dibilang mendapat kursi terbaik untuk penerbangan selama kurang lebih 8 jam tersebut (Thank Om Vitalis). Dalam kabin, Saya mencoba menghilangkan rasa jenuh dengan memutar beberapa film Box Office dari movie player yang ada tepat di hadapan saya sambil menikmati beberapa jenis makanan ringan yang sebelumnya dibagikan oleh pramugari sesaat setelah pesawat tinggal landas. Read more »

Sun Builds Japan’s Most Powerful Supercomputer for Japanese “MIT”

source: http://www.sun.com/customers/servers/tokyo_tech1.xml

Tokyo Institute of Technology (Tokyo Tech) is one of the most prestigious centers of technical research and education in the world. Often referred to as the “MIT of Japan,” Tokyo Tech currently operates a number of high-performance computing (HPC) environments to support its educational and research activities.

Tokyo Tech students and researchers investigate some of the world’s most pressing problems-the transmission and mutation of the Avian Flu, the construction of earthquake-resistant structures, and the effects of climate change on the world population. In 2004, Tokyo Tech administrators wanted to take the university’s computing power to the next level, and began plans to construct what would become Japan’s most powerful supercomputer. Their ultimate ambition was to create one of the top 10 HPC environments in the world.

 

Not only is the performance of the Sun Grid HPC environment extremely impressive today, but the ability of the architecture to scale rapidly is really phenomenal, and will enable us to grow our environment to meet our needs for many years to come-no matter how compute-intensive our projects may be.

# Professor Satoshi Matsuoka, Head of Research Infrastructure, Global Scientific Information and Computing Center, Tokyo Institute of Technology

Read more »

Reuni Kecil-Kecilan (1)

Ketika sedang asyik merangkai potongan-potongan kalimat dari sebuah artikel yang hendak diposting ke blog ini, tiba-tiba sebuah pesan singkat masuk ke HP saya:

Bro, nanti sore angkatan kita bakalan buka puasa bersama, jam setengah lima kumpul di kostan saya ya.

(Hamzah)

Saya senyam senyum sendiri setelah membaca sms tersebut pasalnya angkatan saya banyak yang sudah lulus, lantas satu per satu perlahan-lahan mulai meninggalkan kota ini demi karir, studi lanjut dan ada pula segelintir yang sudah membangun bahtera rumah tangga dengan istri dan anak tercinta (mungkin lebih tepatnya bakal anak). Singkatnya, saat ini kami sudah terpisah oleh jarak karena pilihan hidup dan tuntutan pekerjaan yang mengharuskan kami mau tidak mau berbuat demikian. Read more »

Mengenal Konsep ‘Defense in Depth’

Konsep defense in depth bukan merupakan konsep baru bagi sebuah sistem pembangkit listrik tenaga nuklir. Konsep ini melekat pada sebuah sistem pembangkit listrik tenaga nuklir mengingat bahaya radiasi dan zat radioaktif yang bisa ditimbulkan pada saat reaksi fisi berlangsung. Konsep defense in depth sebenarnya mengandung arti pengontrolan, pendinginan dan pengungkungan (Control, Cool and Contain). Berikut saya jabarkan kembali perluasan arti pengontrolan, pendinginan dan pengungkungan dalam lima pokok pikiran utama sebagai berikut:

(1) Sistem proses yang andal

(2) Sistem keselamatan yang andal

(3) Pengungkung majemuk

(4) Staf operasional yang kompeten

(5) Deteksi dan pemeriksaan kegagalan

Gambar 1. adalah penjabaran konsep defense in depth.

skema1

Gambar 1. Penjabaran Konsep Defense in Depth

Konsep defense in depth muncul ke permukaan karena dipicu oleh beberapa alasan antara lain:

(1) Disadari bahwa desain sebuah reaktor nuklir tidak luput dari cacat.

(2) Sebuah sistem Peralatan mempunyai probabilitas mengalami kegagalan.

(3) Personel operasi reaktor akan mungkin melakukan kesalahan (human error).

Dengan adanya konsep defense in depth ini maka cacat, kegagalan sistem dan human error seperti yang sudah disebutkan sebelumnya dapat terakomodir tanpa perlu menaikan risiko atau konsekuensi dari sebuah kecelakaan nuklir. Masing-masing point dari penjabaran konsep defense in depth di atas dapat saya jelaskan kembali sebagai berikut: Read more »

Piala Super Eropa : Pengukuhan Keperkasaan Barcelona di Kancah Eropa

(Sebuah reportase olahraga pribadi)

Lionel_Messi_31mar2007

Lionel Messi

Genderang penentuan juara Eropa sejati telah ditabuhkan. Dua klub yang notabene menjadi raja di kompetisi masing-masing, dini hari tadi bertemu dalam duel bertajuk Super cup Eropa. Ajang ini hakikinya menjadi penentu bagi dua juara benua biru untuk menyandang label juara sejati Eropa. Sang juara liga Champion di kasta tertinggi dan juara piala UEFA pada satu level dibawahnya. Ya, Barcelona, sang kampiun kompetisi tertinggi Eropa menjajal kekuatan Shaktar donetsk, juara piala UEFA 2009. Di atas kertas Barcelona lebih dijagokan ketimbang lawannya karena El Barca dari segi kualitas pemain (skill individu), kematangan dan strategi jauh lebih unggul. Meski kurang diunggulkan dalam ajang bergengsi ini, Shakhtar donetsk tetap percaya diri dalam meladeni permainan anak-anak catalan. Bagi anak-anak Mircea Lucescu, bendera putih pantang dikibarkan menjelang laga tersebut. Kepercayaan diri dan optimisme berlebih ini setidaknya berbuah manis karena sepanjang waktu normal plus babak pertama ekstra time, anak-anak Ukraina mampu meredam agresivitas klub catalan yang digalang trisula maut andalan mereka Messi, Henry dan Ibra.

Sejak kick off babak pertama, blaugrana langsung mengambil inisiatif menyerang. Beberapa peluang sempat diperoleh pada babak ini diantaranya tendangan spekulatif Henry yang masih melambung di atas mistar penjaga gawang Shakhtar, kerjasama satu dua Xavi-Messi yang sayangnya masih mampu dibendung penjaga gawang Pyatov. Sementara Para pemain Shakhtar, dalam duel melawan Barca lebih banyak memainkan negatif football dengan menumpuk sejumlah pemain di depan gawang Pyatov, dan hanya menyisakan seorang striker di depan untuk sesekali mencoba melakukan counter attack. Pada babak kedua agresivitas anak-anak catalan belum menemui titik surut, beberapa peluang Barcelona pada babak kedua kembali tercipta melalui tendangan penjuru yang dilakukan oleh Lionel Messi. Peluang terbaik Barca sebenarnya hadir melalui sebuah tendanagn volley kiriman Ibra yang seharusnya mampu diselesaikan secara akrobatik oleh Henry, namun sayang kesempatan itu dibuang saja oleh striker Timnas Perancis tersebut karena timing dan penempatan posisinya yang kurang sempurna. Peluang penting kedua yang mampu di torehkan oleh Barcelona adalah bola tandukan Puyol yang sempat membentur paha pemain belakang Shakhtar namun lagi lagi tidak mampu diselesaikan secara maksimal oleh Henry dan hanya berakhir dengan membentur punggung belakangnya. Menjelang akhir babak kedua blaugrana melancarkan serangan demi serangan melalui aksi individu Ibra dan Messi, namun sayangnya aksi kedua striker kawakan tersebut selalu dapat dipatahkan melalui kerja keras pemain-pemain belakang Shakhtar donetsk yang boleh dibilang tampil luar biasa dini hari tadi. Read more »

Basic Concept of Steam Methane Reforming Method (SMR Method) to produce Hydrogen

So as I promised you before that I would post the other method to produce hydrogen, so here the article:

The other well established technology on producing hydrogen is steam reforming. Historically, steam reforming has been the most popular method of converting light hydrocarbons like methane to hydrogen. Hereafter, it is called as steam methane reforming process since it is based on methane. In the steam methane reforming process, the fuel (methane) is heated and vaporized, then injected with superheated steam into the reaction vessel.

Steam methane reforming is usually carried out using nickel-based catalysts. Cobalt and noble metals are also active but more expensive. The steam reformer can operate with (always in conjunction with fuel cells) or without a catalyst. Most commercial applications of steam reforming use a catalyst to enhance reaction rates at decreased temperatures.

Steam methane reforming has three step processes to produce hydrogen, as follow:

(1) Methane is first catalytically reformed at elevated temperature and pressure to produce a syngas mixture of H2 and CO. (2) A catalytic shift reaction is then carried out to combine CO and H2O to produce the H2 product. (3) The hydrogen product is then purified by adsorption. Read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.