<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Reynold Dipu&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://reynuc.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://reynuc.wordpress.com</link>
	<description>Membebaskan Diri dari Kesepian dan Kesendirian dengan Menulis</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Nov 2011 02:01:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='reynuc.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Reynold Dipu&#039;s Blog</title>
		<link>http://reynuc.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://reynuc.wordpress.com/osd.xml" title="Reynold Dipu&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://reynuc.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PLTN, kenapa ditolak?</title>
		<link>http://reynuc.wordpress.com/2010/07/19/pltn-kenapa-ditolak/</link>
		<comments>http://reynuc.wordpress.com/2010/07/19/pltn-kenapa-ditolak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 05:34:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reynold Dipu</dc:creator>
				<category><![CDATA[ScienceTech]]></category>
		<category><![CDATA[LSM]]></category>
		<category><![CDATA[Nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[PLTN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reynuc.wordpress.com/?p=766</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Muhammad Kunta Biddinika Ternyata ketakutan akan momok nuklir tidak saja melanda masyarakat yang belum mengerti dan memahami teknologi nuklir tetapi juga oleh ilmuwan bahkan oleh mereka yang menggeluti bidang ilmu fisika. Sementara teknologi nuklir yang ada saat ini, kebanyakan dibidani oleh para ilmuwan-ilmuwan fisika. Dimulai oleh W.C. Roentgen, seorang fisikawan Jerman yang menemukan radiasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=766&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Oleh: Muhammad Kunta Biddinika</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata ketakutan akan momok nuklir tidak saja melanda masyarakat  yang belum mengerti dan memahami teknologi nuklir tetapi juga oleh  ilmuwan bahkan oleh mereka yang menggeluti bidang ilmu fisika. Sementara  teknologi nuklir yang ada saat ini, kebanyakan dibidani oleh para  ilmuwan-ilmuwan fisika. Dimulai oleh W.C. Roentgen, seorang fisikawan  Jerman yang menemukan radiasi sinar-X. Penemuan ini membuatnya  dianugerahi Nobel Fisika pada tahun 1901 yang merupakan kali pertama  dalam tradisi tahunan penganugerahan hadiah Nobel Fisika. Penemuan di  bidang nuklirlah yang menjadi bidang ilmu pertama dalam fisika yang  mendapatkan hadiah Nobel.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu aplikasi bidang ilmu nuklir yang ramai dibicarakan di  Indonesia saat ini adalah PLTN. Hal ini berkaitan dengan rencana  pembangunan PLTN yang pertama di Indonesia yang akan berlokasi di  semenanjung Muria, Jawa Tengah. Berbagai pro dan kontra muncul di  seputar rencana tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>LSM dan Agamawan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berbagai alasan dikemukakan, mulai dari dampaknya terhadap lingkungan  hidup, masyarakat sekitar, hingga pemilihan energi alternatif  non-nuklir yang belum sepenuhnya digarap sebagai solusi krisis energi di  Indonesia. Tidak kurang alasan keekonomian dari pembangkitan energi  nuklir untuk listrik juga ikut diperdebatkan. Bahkan kesiapan sumber  daya manusianya juga turut disoroti.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalangan agamawan juga ada yang bersuara keras dengan rencana  pembangunan PLTN tersebut. Bahkan sampai menjatuhkan fatwa haram pada  PLTN. Alasan <em>mashlahat</em> (keuntungan, manfaat) dan <em>mafsadat </em>(kerugian,  kerusakan) menjadi dasar pertimbangan fatwa tersebut.  Menghindari <em>mafsadat</em> lebih diprioritaskan daripada mengambil <em>mashlahat</em>. Begitu  salah satu kaidah dalam ilmu <em>ushul fiqh</em> yang digunakan sebagai  dasar pengambilan hukumnya.<span id="more-766"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PLTN Pasca Chernobyl</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rencana pembangunan PLTN di Semenanjung Muria memang penuh dengan  kontroversi. Kebanyakan berkutat di sekitar bahaya radiasi yang  disebabkannya. Peristiwa kecelakaan PLTN Chernobyl di Ukraina dan Three  Mile Island di Amerika adalah yang paling sering diangkat. Keduanya  memang dikenal sebagai kecelakaan PLTN komersial yang terparah (<em>the  most severe nuclear power plant accidents</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Namun kecelakaan tersebut juga menggugah berbagai otoritas energi  nuklir untuk berbenah diri. Berbagai regulasi dan standar diperbarui dan  diterapkan dengan sangat ketat sehingga tidak saja aspek keekonomiannya  yang dikejar tetapi juga aspek keselamatannya. Karena dari kedua  kecelakaan itu didapatkan pelajaran berharga bahwa sedikit saja lalai  dalam aspek keselamatan reaktor nuklir, dampak keekonomiannya jauh lebih  besar dibandingkan dengan meningkatkan perhatian pada marjin  keselamatan reaktor nuklir. Meskipun sangan jelas bahwa ini membutuhkan  biaya yang tidak sedikit.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini, <em>checklist</em> untuk bisa memulai pembangunan reaktor  saja sudah sangat panjang dan detil. Tiap aspek akan diperiksa dengan  teliti tidak saja oleh badan pengawas dalam negeri tetapi juga oleh  inspektur internasional (IAEA). Satu saja item tidak bisa dipenuhi, ijin  untuk pengecoran beton pertama tidak bisa diberikan. Pengecoran beton  untuk pertama kalinya sering dijadikan patokan dimulainya tahap-tahap  pembangunan PLTN.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah semuanya selesai dibangun, serangkaian test dan verifikasi  perlu dilakukan terlebih dahulu. Hal ini untuk menjamin bahwa semua yang  dibangun sesuai dengan <em>checklist</em> dan telah berjalan sesuai  dengan yang diharapkan. Sebagaimana pada fase pembangunan, semua item  pada <em>checklist</em> musti dipenuhi supaya PLTN bisa memulai  operasinya. Bahkan bahan bakar nuklir pun tidak bisa ditempatkan di  teras (<em>core</em>) reaktor (dikenal sebagai proses <em>fuel loading</em>)  sebelum beberapa item dalam <em>checklist</em> dipenuhi.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah semua beres, baru bisa dikeluarkan lisensi untuk dimulainya  operasi sebuah PLTN. Kondisi PLTN akan terus dipantau sejak pertama  dinyalakan (<em>start-up</em>) hingga mencapai kondisi stabilnya. Karena  PLTN digunakan untuk menopang beban dasar (<em>base-load</em>) maka  kondisi setimbang ini akan dipertahankan untuk menghasilkan daya sekitar  80% dari kapasitas maksimalnya saja. Misalnya sebuah PLTN memiliki  kapasitas daya listrik maksimum 1.000 megawatt, maka produksi dayanya  dipertahankan hanya sekitar 800 megawatt saja selama masa beroperasinya.  Hal ini salah satunya untuk menjaga marjin keselamatan reaktor nuklir  selama beroperasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kenapa Tidak PLTN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Meski celah untuk terjadinya kecelakaan sudah sedemikian rapat  ditutup, berbagai kalangan masih tetap menggunakan aspek keselamatan ini  sebagai alasan utama penolakan PLTN di Indonesia. Tetapi alasan-alasan  penolakan PLTN lainnya secara sederhana bisa dicermati berdasarkan  kelompok pengusungnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalangan LSM biasanya memiliki sederet alasan, mulai dari sisi  keteknikan, keekonomian, sosiologi, hingga SDM. Luasnya spektrum masalah  yang disorot malah seringkali membuat kalangan LSM kurang siap untuk  bertukar fikiran secara mendalam di tiap aspek tadi. Misalnya dalam  aspek keteknikan, ketika berdiskusi dengan pakar bidang proteksi radiasi  untuk membahas seberapa jauh radiasi PLTN bagi lingkungan sekitarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara kalangan agamawan menggunakan kacamata agama saja dalam  mengungkapkan penolakannya. Sayangnya, telaah pada sisi <em>mashlahat</em> dan sisi <em>mafsadat</em> tadi tidak dilakukan oleh mereka yang memang  mengetahui persis apa dan bagaimana PLTN itu. Padahal nasehat agama  juga menyuruh untuk menyerahkan suatu urusan pada ahlinya kalau tidak  ingin berujung pada kerusakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimanapun semua komponen masyarakat perlu dilibatkan dalam  pembangunan PLTN di Indonesia. Tidak terkecuali kalangan agamawan dan  LSM. Namun sikap yang konstruktiflah yang semestinya lebih dikedepankan.  Kritis pada setiap tahapan pembangunan PLTN, demikian halnya pada  pembangunan fasilitas-fasilitas lain yang menyangkut hajat hidup orang  banyak, diperlukan untuk lebih meyakinkan bahwa fasilitas tersebut  dibangun sesuai dengan yang diharapkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sikap “asal tidak PLTN” perlu dihindari terlebih jika datang dari  kalangan cerdik pandai. Karena dari cerdik pandailah diharapkan lebih  banyak sumbang saran yang konstruktif pada kemajuan bangsa ini. Bukan  malah menggunakan alasan yang tidak sesuai dengan bidang keahliannya  untuk menyesatkan masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau mereka yang bukan cerdik pandai, masih bisa dimaklumi ketika  menolak PLTN dengan berbagai alasan yang kurang mendalam. Tetapi kalau  para cerdik pandai menggunakan alasan yang juga kurang mendalam untuk  menolak PLTN apalagi dengan kecerdikpandaiannya itu membuat hal yang  tidak logis menjadi logis, patut dipertanyakan ada udang apa di balik  batu penolakan pembangunan PLTN di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: http://medianuklir.wordpress.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reynuc.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reynuc.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reynuc.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reynuc.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reynuc.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reynuc.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reynuc.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reynuc.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reynuc.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reynuc.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reynuc.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reynuc.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reynuc.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reynuc.wordpress.com/766/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=766&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reynuc.wordpress.com/2010/07/19/pltn-kenapa-ditolak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7cc488813a1b4e63edbce3f175e7304?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Reynold</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fusion, Energy for the Future</title>
		<link>http://reynuc.wordpress.com/2010/03/11/fusion-energy-for-the-future/</link>
		<comments>http://reynuc.wordpress.com/2010/03/11/fusion-energy-for-the-future/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 08:08:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reynold Dipu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lecture Note]]></category>
		<category><![CDATA[ScienceTech]]></category>
		<category><![CDATA[energy]]></category>
		<category><![CDATA[Fusion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reynuc.wordpress.com/?p=728</guid>
		<description><![CDATA[This is just the summary from the book that I read recently. I borrowed this book from one of the professors who taught Nuclear Energy System (Nuclear fusion design), the course that I took on autumn semester. This book tells us the development of fusion energy from its early stage up to now (the current [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=728&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">This is just the summary from the book that I read recently. I borrowed this book from one of the professors who taught <em>Nuclear Energy System</em> (Nuclear fusion design), the course that I took on autumn semester. This book tells us the development of fusion energy from its early stage up to now (the current status). The book is comprehensive and easy to understand. Don’t worry about the equations because only the simple ones appeared which just strive to explain the related basic principle of nuclear fusion. If you are interested in fusion energy, this book might be one of good choice for you to read.</p>
<p>-   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -   -</p>
<p style="text-align:justify;">Nuclear fusion is the fusion of two light nuclei to form a heavier nucleus and other particles, the sum of whose masses is slightly smaller than the sum of the original nuclei. The missing mass is converted into energy, usually into the kinetic energy of the products. Because of the electric charges on the initial nuclei, a high kinetic energy is required to initiate fusion reaction.  In principle, fusion is the energy of the universe but some scientists try to bring this energy from the stars down to the earth with the hope that this kind of energy can be useful to mankind which afterward some experiments are conducted.<span id="more-728"></span></p>
<p style="text-align:justify;">The first experiment is magnetic confinement fusion, known as the way of use of magnetic fields to confine plasma for sufficient time to reach the temperatures and densities for nuclear fusion to occur. The other experiment is inertial confinement fusion. The concept of inertial confinement fusion is heating and compressing plasma very rapidly, it is possible to reach high temperatures before the plasma has time to expand. Under the right conditions it is possible to reach sufficiently high temperature and densities for nuclear fusion to occur. However, according to the book during the development of fusion energy, there are some false trials revealed by some scientists which some of them are well known scientists. False trials during the fusion energy invention can be mentioned; fusion in a test tube by Pons and Fleischmann, bubble fusion by Rusi Teleyarkhan and fusion with mesons proposed by Charles Frank. Then couple years later, Andrei Shakarov and Igor Tamm from Soviet Union propose a toroidal-confinement system with strong stabilizing toroidal magnetic field and a poloidal field generated by a toroidal current in the plasma called Tokamak. Seems the success with Tokamak trigger the construction of Tokamak fusion laboratory all in US, Europe, Japan and Soviet several months later. The Europeans then decide to design a 3-MA tokamak which a collaborative venture with most of the funding provided by the European Community.</p>
<p style="text-align:justify;">In order to show that fusion power plant is <em>feasible</em>, the bigger fusion experiment (ITER) is built along with its technical features needed for the power plant such as superconducting coils and tritium production.  Nowadays, experiment with fusion energy is still under way in countries which leading in science and engineering such Japan, USA, China, Korea and of course in Europeans. Within several years later, there may be the first commercial fusion power plant will be operated. So, we’ll see…</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Reference:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">[1] McCracken Garry and Stott Peter, 2005, <em>Fusion the Energy of the Universe,</em> UK</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reynuc.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reynuc.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reynuc.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reynuc.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reynuc.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reynuc.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reynuc.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reynuc.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reynuc.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reynuc.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reynuc.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reynuc.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reynuc.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reynuc.wordpress.com/728/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=728&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reynuc.wordpress.com/2010/03/11/fusion-energy-for-the-future/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7cc488813a1b4e63edbce3f175e7304?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Reynold</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memory 29-09-2009</title>
		<link>http://reynuc.wordpress.com/2010/03/02/memory-29-09-2009/</link>
		<comments>http://reynuc.wordpress.com/2010/03/02/memory-29-09-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 12:45:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reynold Dipu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[Scholarship]]></category>
		<category><![CDATA[Asrama Shofu]]></category>
		<category><![CDATA[MEXT]]></category>
		<category><![CDATA[Narita]]></category>
		<category><![CDATA[Tokyo Institute of Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reynuc.wordpress.com/?p=717</guid>
		<description><![CDATA[Tepat pukul 22.15 WIB, pesawat JAL jenis Boeing 726 yang membawa saya dan beberapa teman penerima beasiswa Monbukagakusho/MEXT 2009 tinggal landas dari bandara internasional Soekarno Hatta menuju Narita international airport, Chiba Jepang. Duduk di area window seat membuat saya untuk beberapa saat leluasa menikmati indahnya kelap kelip kota Jakarta dari ketinggian beberapa ratus kaki hingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=717&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_718" class="wp-caption aligncenter" style="width: 440px"><a href="http://reynuc.files.wordpress.com/2010/03/image00010.jpg"><img class="size-full wp-image-718" title="Image00010" src="http://reynuc.files.wordpress.com/2010/03/image00010.jpg?w=430&#038;h=322" alt="" width="430" height="322" /></a><p class="wp-caption-text">Foto depan main building Tokyo institute of Technology, sehari sesudah hujan salju</p></div>
<p style="text-align:justify;">Tepat pukul 22.15 WIB, pesawat JAL jenis Boeing 726 yang membawa saya dan beberapa teman penerima beasiswa Monbukagakusho/MEXT 2009 tinggal landas dari bandara internasional Soekarno Hatta menuju Narita international airport, Chiba Jepang. Duduk di area window seat membuat saya untuk beberapa saat leluasa menikmati indahnya kelap kelip kota Jakarta dari ketinggian beberapa ratus kaki hingga pemandangan itu hilang dari pandangan saya. Beruntung bagi saya pada malam itu karena bisa mendapat window seat dan lebih dari itu saya boleh menempati seat di barisan paling depan kelas ekonomi yang berbatasan langsung dengan  kabin kelas bisnis. Keberuntungan saya ini, tidak lepas dari campur tangan om Vitalis, saudara dekat bapak yang memang pandai melobi dan jago dalam urusan-urusan procedural semacam itu. Alhasil sayapun boleh dibilang mendapat kursi terbaik untuk penerbangan selama kurang lebih 8 jam tersebut (Thank Om Vitalis). Dalam kabin, Saya mencoba menghilangkan rasa jenuh dengan memutar beberapa film Box Office dari movie player yang ada tepat di hadapan saya sambil menikmati beberapa jenis makanan ringan yang sebelumnya dibagikan oleh pramugari sesaat setelah pesawat tinggal landas.<span id="more-717"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sekitar pukul  07.00 waktu Tokyo, hari berikutnya, pesawat yang ditumpangi  pun masuk landasan Narita Airport. Setelah melalui beberapa prosedur imigrasi, akhirnya saya diperbolehkan menuju ruang tunggu guna menunggu jemputan dari seorang senior di UGM dulu (namanya mas Kunta) dan belakangan menjadi senior saya di Research Laboratory for Nuclear Reactors, Tokyo Institute of Technology. Jelang beberapa menit, sosok yang ditunggu pun tiba dan bergegas kami berdua menuju asrama Shofu (asrama khusus pria milik Tokyo Institute of Technology). Dengan Airport Limousine Bus perjalanan dari Narita Airport menuju asrama Shofu memakan waktu hampir dua jam. Kami turun di Tama Plaza Station dan setelah itu dengan berkereta express kami meluncur menuju Aobadai station, stasiun terdekat dengan Asrama Shofu. Tiba di asrama, kami disambut ibu asrama dan seorang tutor asrama, setelah melengkapi dan mengisi beberapa form yang diperlukan, saya pun mendapat orientasi singkat dari sang tutor perihal apa yang mesti dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan selama periode tinggal saya di asrama tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Selepas dari asrama, kembali dengan ditemani mas Kunta, kami menuju kampus guna bertemu dan melaporkan kedatangan saya kepada Professor (Professor pembimbing, kepala laboratorium tempat saya terafiliasi) Sehabis bertemu dan memperkenalkan diri dengan sang professor, assistant professor, assoc. researcher, sekretaris dan teman-teman selab., seorang senior Lab.  kemudian mengajak saya melihat-lihat beberapa fasilitas yang dimiliki oleh laboratorium tersebut.  Selesai dari lab. tour saya pun harus balik asrama sendirian tanpa ditemani mas Kunta, yang saat itu ada urusan mendadak sehingga beliau tidak bisa mengantar saya kembali ke asrama Shofu.  Awalnya, sempat kebingungan juga di stasiun sewaktu hendak membeli tiket kereta (densha) jurusan Ookayama-Aobadai, tapi untungnya masalah itu pun beres ketika sang petugas stasiun turun tangan. Baru menjelang malam saya tiba kembali di asrama Shofu untuk beristirahat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Special thank to:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Om Vitalis and mas Kunta</p>
<p style="text-align:justify;">
<p><!--Session data--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reynuc.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reynuc.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reynuc.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reynuc.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reynuc.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reynuc.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reynuc.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reynuc.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reynuc.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reynuc.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reynuc.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reynuc.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reynuc.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reynuc.wordpress.com/717/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=717&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reynuc.wordpress.com/2010/03/02/memory-29-09-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7cc488813a1b4e63edbce3f175e7304?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Reynold</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reynuc.files.wordpress.com/2010/03/image00010.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image00010</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sun Builds Japan&#8217;s Most Powerful Supercomputer for Japanese &#8220;MIT&#8221;</title>
		<link>http://reynuc.wordpress.com/2009/10/21/sun-builds-japans-most-powerful-supercomputer-for-japanese-mit/</link>
		<comments>http://reynuc.wordpress.com/2009/10/21/sun-builds-japans-most-powerful-supercomputer-for-japanese-mit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 06:23:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reynold Dipu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[ScienceTech]]></category>
		<category><![CDATA[Sun]]></category>
		<category><![CDATA[Supercomputer]]></category>
		<category><![CDATA[Tokyo Institute of Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reynuc.wordpress.com/?p=674</guid>
		<description><![CDATA[source: http://www.sun.com/customers/servers/tokyo_tech1.xml Tokyo Institute of Technology (Tokyo Tech) is one of the most prestigious centers of technical research and education in the world. Often referred to as the &#8220;MIT of Japan,&#8221; Tokyo Tech currently operates a number of high-performance computing (HPC) environments to support its educational and research activities. Tokyo Tech students and researchers investigate [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=674&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>source: <a href="http://www.sun.com/customers/servers/tokyo_tech1.xml">http://www.sun.com/customers/servers/tokyo_tech1.xml</a></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tokyo Institute of Technology (Tokyo Tech) is one of the most prestigious centers of technical research and education in the world. Often referred to as the &#8220;MIT of Japan,&#8221; Tokyo Tech currently operates a number of high-performance computing (HPC) environments to support its educational and research activities.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tokyo Tech students and researchers investigate some of the world’s most pressing problems-the transmission and mutation of the Avian Flu, the construction of earthquake-resistant structures, and the effects of climate change on the world population. In 2004, Tokyo Tech administrators wanted to take the university’s computing power to the next level, and began plans to construct what would become Japan’s most powerful supercomputer. Their ultimate ambition was to create one of the top 10 HPC environments in the world.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;</strong> Not only is the performance of the Sun Grid HPC environment extremely impressive today, but the ability of the architecture to scale rapidly is really phenomenal, and will enable us to grow our environment to meet our needs for many years to come-no matter how compute-intensive our projects may be. <strong>&#8220;</strong></p>
<p style="text-align:justify;"># Professor Satoshi Matsuoka, Head of Research Infrastructure, Global Scientific Information and Computing Center, Tokyo Institute of Technology</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-674"></span></p>
<p style="text-align:justify;">In addition, Tokyo Tech wanted to incubate a future generation of world-class researchers by ensuring that all Tokyo Tech students-both graduate and undergraduate-had access to the university’s extremely powerful computing resources.</p>
<p style="text-align:justify;">Because Tokyo Tech is a publicly supported institution, Japanese law required the university to consider proposals from a number of different vendors. As expected, the biggest names in HPC proposed solutions. Due to regulations Tokyo Tech cannot confirm which companies proposed solutions, but it&#8217;s likely that IBM, SGI, and Hitachi were among the competing vendors. Most of the proposals were “big box” solutions.</p>
<p style="text-align:justify;">Sun took a different approach by proposing a high-performance computing grid based on 655 Sun Fire X4600 servers with powerful AMD Opteron processors, a total of 10,480 processor cores. In addition, 42 Sun Fire X4500 servers provide storage. <a href="http://reynuc.wordpress.com/customers/servers/tokyo_tech2.xml">Read</a> The grid solution, managed by Sun N1 Grid Engine and Sun N1 System Manager, offers a current computing capacity of as much as 85 teraflops or trillion floating-point operations per second, or teraflops, and Tokyo Tech expects the capacity to rise to 100 teraflops by mid-2006.</p>
<p style="text-align:justify;">By comparison, the HPC environment at the Earth Simulator Project-Japan’s other supercomputer which is consistently ranked as one of the top 10 most powerful computers in the world-can only achieve a performance of 36 teraflops.</p>
<p style="text-align:justify;">The high-performance grid is running on a mix of Solaris 10, SUSE Linux Enterprise 9, and Red Hat Enterprise Linux 4. It relies on system and application integration technology from NEC, who ultimately partnered with Sun in the creation of the Tokyo Tech grid. The AMD Opteron processors in the Sun Fire servers are ideal for HPC environments, providing dual-core processing capabilities, but requiring no more power than single-core processors.</p>
<p style="text-align:justify;">The Sun solution also incorporates technologies from ClearSpeed Technology Inc., ClusterFS and Voltaire. ClearSpeed advance boards installed in Tokyo Tech&#8217;s HPC grid will be used to accelerate commonly used scientific algorithms; ClusterFS&#8217;s Lustre parallel file system software allows the servers to communicate with the storage in parallel, speeding access to the ever-increasing amount of scientific data being processed; and Voltaire is supplying high-speed multiprotocol Infiniband switches and host-card adaptors to connect servers and storage.</p>
<p style="text-align:justify;">Tokyo Tech HPC administrators are extremely pleased with the reliability and flexibility of the Sun grid solution, which has proved an ideal alternative to the big-box approach. For example, the grid system, based on x86 architecture, allows users to compile on their laptops or desktops and then transfer that code directly to the grid-something that isn’t possible on a traditional HPC solution. Today, Tokyo Tech provides access to its new supercomputer to more than 10,000 researchers, scientists and students.</p>
<p style="text-align:justify;">Tokyo Tech is proud of its new supercomputing grid, which is destined to become one of the fastest, most powerful computing environments anywhere in the world.</p>
<p style="text-align:justify;">And Sun Microsystems will be right there at the university’s side, helping to ensure continued supercomputing success.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reynuc.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reynuc.wordpress.com/674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reynuc.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reynuc.wordpress.com/674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reynuc.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reynuc.wordpress.com/674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reynuc.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reynuc.wordpress.com/674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reynuc.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reynuc.wordpress.com/674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reynuc.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reynuc.wordpress.com/674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reynuc.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reynuc.wordpress.com/674/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=674&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reynuc.wordpress.com/2009/10/21/sun-builds-japans-most-powerful-supercomputer-for-japanese-mit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7cc488813a1b4e63edbce3f175e7304?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Reynold</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reuni Kecil-Kecilan (1)</title>
		<link>http://reynuc.wordpress.com/2009/09/13/reuni-kecil-kecilan-1/</link>
		<comments>http://reynuc.wordpress.com/2009/09/13/reuni-kecil-kecilan-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 13:44:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reynold Dipu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[Buka Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Reuni]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Nuklir 2004]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reynuc.wordpress.com/?p=656</guid>
		<description><![CDATA[Ketika sedang asyik merangkai potongan-potongan kalimat dari sebuah artikel yang hendak diposting ke blog ini, tiba-tiba sebuah pesan singkat masuk ke HP saya: Bro, nanti sore angkatan kita bakalan buka puasa bersama, jam setengah lima kumpul di kostan saya ya. (Hamzah) Saya senyam senyum sendiri setelah membaca sms tersebut pasalnya angkatan saya banyak yang sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=656&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Ketika sedang asyik merangkai potongan-potongan kalimat dari sebuah artikel yang hendak diposting ke blog ini, tiba-tiba sebuah pesan singkat masuk ke HP saya:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="pt-BR" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><em><span style="font-size:medium;">Bro, nanti sore angkatan  kita bakalan buka puasa bersama, jam setengah lima kumpul di kostan saya ya.</span></em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="right"><span style="font-size:medium;">(Hamzah)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="pt-BR" align="right">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Saya senyam senyum sendiri setelah membaca sms tersebut pasalnya angkatan saya banyak yang sudah lulus, lantas satu per satu perlahan-lahan mulai meninggalkan kota ini demi karir, studi lanjut dan ada pula segelintir yang sudah membangun bahtera rumah tangga dengan istri dan anak tercinta (mungkin lebih tepatnya bakal anak). Singkatnya, saat ini kami sudah terpisah oleh jarak karena pilihan hidup dan tuntutan pekerjaan yang mengharuskan kami mau tidak mau berbuat demikian.<span id="more-656"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Walaupun begitu, dalam hati, saya langsung mengiyakan ajakan ini. Hitung-hitung ini bisa menjadi semacam ajang temu kangen dengan teman-teman seangkatan yang beberapa kebetulan masih stay di Jogja.. Sorenya sekitar pukul setengah lima, dengan dibonceng Damar (seorang teman baik), kami berdua langsung meluncur ke kost Hamzah. Belum banyak yang nampak di kost Hamzah, baru berkumpul beberapa teman diantaranya si penghuni kost (Hamzah), Luki, Frengky dan Bagus. Tak lama berselang giliran Ogif, Fawaz dan mas Enjank yang muncul. Lewat jam lima sore, kami langsung tancap gas ke area pinggiran kali code sesuai agenda; berbuka di sisi trotoar jalan seberang kali code, dekat McD Sudirman. Tempat ini dipilih karena dengar-dengar dari beberapa teman, lesehan di seputaran area ini menawarkan menu berbuka yang istimewa dan cukup menggoyang lidah, jadi semua sepakat untuk berbuka di sana. Namun sayang, saat kami tiba di tempat itu, suasananya masih lengang, belum banyak lapak lesehan yang buka, baru terlihat beberapa pedagang yang bergegas-gegas mempersiapkan lapak dagangannya. Jadi dengan berat hati terpaksa kami mengurungkan niat kami tadi. Dengan perasaan agak kecewa, kamipun banting stir mencari tempat alternatif buat berbuka. Dipimpin langsung oleh kepala suku Teknik Nuklir 2004 (Fawaz), kami meluncur kembali ke track mengitari sepotong jalan abu Bakar Ali kira-kira seperempat keliling stadion Kridosono, belok kiri sedikit lalu terus melaju dan melaju hingga mentok bunderan UGM. Lima belas menit sebelum adzan maghrib dikumandangkan, kami mendarat di bunderan. Lokasi sekitar bunderan sudah ramai oleh pedagang-pedagang kaki lima dengan gerobak-gerobak dagangannya dan para pembeli dalam kelompok-kelompok kecil yang tengah asyik menentukan pilihan menu berbuka yang sesuai. Pemandangan yang jauh berbeda dengan apa yang baru saja kami lihat di lesehan sekitaran kali code. Tanpa basa-basi, kami langsung memesan sup buah aneka rasa plus beberapa <em>cake</em> ringan dan sejumlah gorengan sebagai menu berbuka. Riuh rendah suara para pembeli dan penjual bercampur deru mesin mobil dan motor yang berseliweran di sekitar bunderan membuat suasana berbuka kami menjadi semakin menarik. Tengah asyik-asyiknya menikmati hidangan berbuka yang lezat, tiba-tiba kami dikejutkan oleh dangdutan tak berirama sekelompok waria dengan dandanan menor yang mencolok mata. Beberapa teman sempat menghindar jauh-jauh karena takut kalau-kalau para waria ini akan menggoda atau mengisengi mereka maklum beberapa teman agak fobia dengan yang seperti ini. Syukurnya setelah menunaikan tugas mereka, tanpa banyak bertingkah para waria tersebut langsung berlalu (syukurlah).</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Selepas dari bundaran kami kembali tancap gas menuju kaliurang atas untuk acara ngaso selanjutnya. Setelah mendengar usul Damar dan Fawaz, akhirnya Muara Kapuas lantas menjadi labuhan terakhir kami. Sisa waktu malam itu kami habiskan dengan  bicara ngalor ngidul, diskusi ringan tentang berbagai hal, sharing pengalaman dengan disispi guyonan-guyonan kecil sambil menikmati lezatnya ayam goreng tulang lunak dan gurihnya kakap goreng khas Muara Kapuas. Pukul sepuluh kurang, kami baru beranjak dari tempat itu. Kembali dengan dibonceng Damar, akhirnya saya tiba di kosan sekitar pukul sepuluh lewat. Setelah sampai di kosan baru teringat kalau momentum indah malam tadi lalu begitu saja tanpa satupun jepretan kamera. Wah sayang benar&#8230;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="sv-SE" align="justify">Special Thank to:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Hamzah. Terima kasih buat traktirannya bro, sukses untuk langkah selanjutnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Teman-teman seperjuangan yang masih tersisa di Jogja: Damar, Fawaz, Bagus,  Frengky, Luki, Juli, Ari, Ogif, Imam. Sukses buat langkah selanjutnya. Guys, Wish you have million luck.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reynuc.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reynuc.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reynuc.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reynuc.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reynuc.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reynuc.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reynuc.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reynuc.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reynuc.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reynuc.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reynuc.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reynuc.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reynuc.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reynuc.wordpress.com/656/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=656&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reynuc.wordpress.com/2009/09/13/reuni-kecil-kecilan-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7cc488813a1b4e63edbce3f175e7304?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Reynold</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Konsep  &#8216;Defense in Depth&#8217;</title>
		<link>http://reynuc.wordpress.com/2009/09/08/mengenal-konsep-defense-in-depth/</link>
		<comments>http://reynuc.wordpress.com/2009/09/08/mengenal-konsep-defense-in-depth/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 10:04:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reynold Dipu</dc:creator>
				<category><![CDATA[ScienceTech]]></category>
		<category><![CDATA[Contain]]></category>
		<category><![CDATA[Control]]></category>
		<category><![CDATA[Cool]]></category>
		<category><![CDATA[Defense in Depth]]></category>
		<category><![CDATA[Reaktor Nuklir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reynuc.wordpress.com/?p=638</guid>
		<description><![CDATA[Konsep defense in depth bukan merupakan konsep baru bagi sebuah sistem pembangkit listrik tenaga nuklir. Konsep ini melekat pada sebuah sistem pembangkit listrik tenaga nuklir mengingat bahaya radiasi dan zat radioaktif yang bisa ditimbulkan pada saat reaksi fisi berlangsung. Konsep defense in depth sebenarnya mengandung arti pengontrolan, pendinginan dan pengungkungan (Control, Cool and Contain). Berikut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=638&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Konsep <em>defense in depth</em> bukan merupakan konsep baru bagi sebuah sistem pembangkit listrik tenaga nuklir. Konsep ini melekat pada sebuah sistem pembangkit listrik tenaga nuklir mengingat bahaya radiasi dan zat radioaktif yang bisa ditimbulkan pada saat reaksi fisi berlangsung.  Konsep <em>defense in depth</em> sebenarnya mengandung arti pengontrolan, pendinginan dan pengungkungan (Control, Cool and Contain). Berikut saya jabarkan kembali perluasan arti pengontrolan, pendinginan dan pengungkungan dalam lima pokok pikiran utama sebagai berikut:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="nb-NO" align="justify">(1) Sistem proses yang andal</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="nb-NO" align="justify">(2) Sistem keselamatan yang andal</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="nb-NO" align="justify">(3) Pengungkung majemuk</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">(4) Staf operasional yang kompeten</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="nb-NO" align="justify">(5) Deteksi dan pemeriksaan kegagalan</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Gambar 1. adalah penjabaran konsep <em>defense in depth</em>.</p>
<div id="attachment_639" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-639" title="skema1" src="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/09/skema1.jpg?w=468&#038;h=137" alt="skema1" width="468" height="137" /><p class="wp-caption-text">Gambar 1. Penjabaran Konsep Defense in Depth</p></div>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Konsep <em>defense in depth</em> muncul ke permukaan karena dipicu oleh beberapa alasan antara lain:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">(1) Disadari bahwa desain sebuah reaktor nuklir tidak luput dari cacat.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">(2) Sebuah sistem Peralatan mempunyai probabilitas mengalami kegagalan.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">(3) Personel operasi reaktor akan mungkin melakukan kesalahan (human error).</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Dengan adanya konsep <em>defense in depth</em> ini maka cacat, kegagalan sistem dan <em>human error</em> seperti yang sudah disebutkan sebelumnya dapat terakomodir tanpa perlu menaikan risiko atau konsekuensi dari sebuah kecelakaan nuklir. Masing-masing point dari penjabaran konsep <em>defense in depth</em> di atas dapat saya jelaskan kembali sebagai berikut:<span id="more-638"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><strong>Sistem Proses yang Andal</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Sistem proses adalah sistem yang terintegrasi pada sebuah pembangkit yang dalam kondisi normal sistem tersebut melakukan proses operasinya secara kontinu. Sebagai contoh dari sistem ini adalah (1) sistem utama transpor panas yang secara terus menerus aktif dalam memindahkan panas dari elemen bakar reaktor. Selain itu ada pula (2) sebuah sistem regulasi reaktor yang secara kontinu aktif dalam mengontrol daya reaktor. Sistem proses yang andal ini menjamin bahwa panas tetap dihasilkan dan sejumlah energi listrik tetap diproduksi sembari tetap mempertahankan prinsip <em>control, cool </em>dan <em>contain</em>.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><strong>Sistem Keselamatan yang Andal</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Sistem keselamatan adalah sistem penyeimbang yang beroperasi dengan tujuan untuk mengimbangi sebuah sistem proses. Salah satu bentuk operasi sistem ini adalah dengan cara mematikan reaktor untuk me-<em>regain control</em> reaktor (shutdown system) dengan menyediakan tambahan pendingin untuk bahan bakar (emergency core cooling system), dan mengungkung zat-zat radioaktif yang mungkin terlepas dari bahan bakar (containment system). Kehandalahan dalam konteks ini sejatinya mengandung arti dalam kejadian-kejadian yang luar biasa (kejadian-kejadian yang berpotensi bahaya), sistem ini dapat dijalankan untuk melakukan fungsi-fungsi sesuai yang diinginkan dan diharapkan.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><strong>Pengungkung Majemuk</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Konsep pengungkung majemuk bertujuan untuk mencegah atau menghalangi terlepasnya zat-zat radio aktif dari bahan bakar nuklir ke publik. Ada lima jenis pengungkung pasif, diantaranya:</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Bahan 	bakar Uranium dicetak dalam pelet bahan bakar bermatriks keramik 	memiliki titik lebur yang sangat tinggi dan dapat menahan semua 	produk fisi yang dihasilkan selama proses operasi reaktor.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Kelongsong 	bahan bakar terbuat dari paduan metal Zirkoaloy yang sangat kompak 	dan berisi bahan bakar keramik.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Sistem 	transpor panas yang terdiri atas pipa-pipa, pipa-pipa bertekanan dan 	bejana reaktor serta berisi bundel bahan bakar.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Jika 	terjadi kecelakaaan, desain reaktor dengan gradien negatif 	memungkinkan udara akan terdorong masuk ke dalam reaktor sehingga 	mampu mencegah terlepasnya zat-zat radio aktif yang lolos dari 	sistem transpor panas ke luar reaktor.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Zona 	eksklusif reaktor dengan jarak minimum 1 km dari reaktor dapat 	menjamin bahwa sejumlah zat radio aktif yang mungkin lolos dari 	pembangkit akan meluruh menjadi unsur stabil sesaat sebelum mencapai 	batas akhir zona eksklusif.</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Jadi, dapat disimpulkan bahwa sangat kecil peluang bagi sejumlah zat radio aktif tersebut melewati lima pengungkung pasif yang terintegrasi dengan baik pada sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="sv-SE" align="justify"><strong>Staf Operasional yang Kompeten</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa sistem keselamatan didesain untuk beroperasi secara otomatis dan lima pengungkung pasif terintegrasi dengan baik pada reaktor nuklir, namun perlu diingat bahwa konsep <em>defense in depth</em> ini tidak semata-mata bergantung sepenuhnya pada kehandalan peralatan dan sistem yang melekat didalamnya. Hal yang juga sangat penting untuk dipertimbangkan adalah staf operasional dan personel perawatan reaktor harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang kondisi sistem, harus siap siaga untuk setiap fakta yang menunjukkan bahwa sistem atau peralatan mulai berada dalam ambang kegagalan dan mampu bertindak pro aktif, cepat dan tepat untuk mencegah atau meminimalkan konsekuensi dari kegagalan-kegagalan yang mungkin saja terjadi.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><strong>Deteksi dan Pemeriksaan Kegagalan </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Pendeteksian dan pemeriksaan kegagalan yang baik tidak hanya membutuhkan staf operasional reaktor yang kompeten tetapi juga proses dan perosedur yang sistematis bagi personel yang melakukannya. Saya ambil contoh: Sebuah program pengecekan sistem keselamatan yang dilakukan secara rutin akan membantu dalam mencapai target-target keselamatan yang sudah ditentukan. Selain itu, program pengawasan operasi reaktor yang dilakukan secara berkala akan membantu memastikan bahwa peralatan dan sistem selalu dimonitor, diinspeksi dan diperbaiki sebelum mengalami kegagalan.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><strong>Referensi:</strong></p>
<p style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">[1] 	Bereznai, G., 1996, <em>Nuclear power Plant System and Operation</em>, Reference Text, Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand.</p>
<p style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">[2] Lamarsh, J. R., 1996, <em>Introduction to Nuclear Reactor Theory</em>, Addison Wesley Publishing Company, USA.</p>
<p style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">[3]  Sumber-sumber lain</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reynuc.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reynuc.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reynuc.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reynuc.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reynuc.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reynuc.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reynuc.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reynuc.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reynuc.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reynuc.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reynuc.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reynuc.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reynuc.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reynuc.wordpress.com/638/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=638&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reynuc.wordpress.com/2009/09/08/mengenal-konsep-defense-in-depth/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7cc488813a1b4e63edbce3f175e7304?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Reynold</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/09/skema1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">skema1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Piala Super Eropa : Pengukuhan Keperkasaan Barcelona  di Kancah Eropa</title>
		<link>http://reynuc.wordpress.com/2009/08/29/piala-super-eropa-pengukuhan-keperkasaan-barcelona-di-kancah-eropa/</link>
		<comments>http://reynuc.wordpress.com/2009/08/29/piala-super-eropa-pengukuhan-keperkasaan-barcelona-di-kancah-eropa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 13:05:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reynold Dipu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Duc in Altum!]]></category>
		<category><![CDATA[Football Match]]></category>
		<category><![CDATA[Barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Pedro Rodriguez]]></category>
		<category><![CDATA[Shakhtar donestsk]]></category>
		<category><![CDATA[super Cup Eropa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reynuc.wordpress.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[(Sebuah reportase olahraga pribadi) Genderang penentuan juara Eropa sejati telah ditabuhkan. Dua klub yang notabene menjadi raja di kompetisi masing-masing, dini hari tadi bertemu dalam duel bertajuk Super cup Eropa. Ajang ini hakikinya menjadi penentu bagi dua juara benua biru untuk menyandang label juara sejati Eropa. Sang juara liga Champion di kasta tertinggi dan juara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=571&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="center">(Sebuah reportase olahraga pribadi)</p>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<div id="attachment_573" class="wp-caption alignleft" style="width: 232px"><img class="size-medium wp-image-573" style="margin-left:6px;margin-right:6px;" title="Lionel_Messi_31mar2007" src="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/lionel_messi_31mar20071.jpg?w=222&#038;h=300" alt="Lionel_Messi_31mar2007" width="222" height="300" /><p class="wp-caption-text">Lionel Messi</p></div>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Genderang penentuan juara Eropa sejati telah ditabuhkan. Dua klub yang notabene menjadi raja di kompetisi masing-masing, dini hari tadi bertemu dalam duel  bertajuk Super cup Eropa. Ajang ini hakikinya menjadi penentu bagi dua juara benua biru untuk menyandang label juara sejati Eropa. Sang juara liga Champion di kasta tertinggi dan juara piala UEFA pada satu level dibawahnya. Ya, Barcelona, sang kampiun kompetisi tertinggi Eropa menjajal kekuatan Shaktar donetsk, juara piala UEFA 2009. Di atas kertas Barcelona lebih dijagokan ketimbang lawannya karena El Barca dari segi kualitas pemain (skill individu), kematangan dan strategi jauh lebih unggul. Meski kurang diunggulkan dalam ajang bergengsi ini, Shakhtar donetsk tetap percaya diri dalam meladeni permainan anak-anak catalan. Bagi anak-anak Mircea Lucescu, bendera putih pantang dikibarkan menjelang laga tersebut. Kepercayaan diri dan optimisme berlebih ini setidaknya berbuah manis karena sepanjang waktu normal plus babak pertama ekstra time, anak-anak Ukraina mampu meredam agresivitas klub catalan yang digalang trisula maut andalan mereka Messi, Henry dan Ibra.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Sejak kick off babak pertama, <span style="color:#000000;">blaugrana</span> langsung mengambil inisiatif menyerang. Beberapa peluang sempat diperoleh pada babak ini diantaranya tendangan spekulatif Henry yang masih melambung di atas mistar penjaga gawang Shakhtar, kerjasama  satu dua Xavi-Messi yang sayangnya masih mampu dibendung penjaga gawang Pyatov. Sementara Para pemain Shakhtar, dalam duel melawan Barca lebih banyak memainkan negatif football dengan menumpuk sejumlah pemain di depan gawang Pyatov, dan hanya menyisakan seorang striker di depan untuk sesekali mencoba melakukan counter attack. Pada babak kedua agresivitas anak-anak catalan belum menemui titik surut, beberapa peluang Barcelona pada babak kedua kembali tercipta melalui tendangan penjuru  yang dilakukan oleh Lionel Messi. Peluang terbaik Barca sebenarnya hadir melalui sebuah tendanagn volley kiriman Ibra yang seharusnya mampu diselesaikan secara akrobatik oleh Henry, namun sayang kesempatan itu dibuang saja oleh striker Timnas Perancis tersebut karena timing dan penempatan posisinya yang kurang sempurna. Peluang penting kedua yang mampu di torehkan oleh Barcelona adalah bola tandukan Puyol yang sempat membentur paha pemain belakang Shakhtar namun lagi lagi tidak mampu diselesaikan secara maksimal oleh Henry dan hanya berakhir dengan membentur punggung belakangnya. Menjelang akhir babak kedua blaugrana melancarkan serangan demi serangan  melalui aksi individu Ibra dan Messi, namun sayangnya aksi kedua striker kawakan tersebut selalu dapat dipatahkan melalui kerja keras pemain-pemain belakang Shakhtar donetsk yang boleh dibilang tampil luar biasa dini hari tadi. <span id="more-571"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Kekompakan dan ketajaman trisula maut Barcelona (Messi-Henry-Ibra) ternyata belum menunjukkan tajinya, sehingga pada menit ke ’80, Pep Guardiola melakukan variasi dengan menarik Ibra keluar lapangan dan memasukan penyerang muda Pedro Rodriguez. Perjudian Pep lantas memberi sedikit warna baru dalam permainan blaugrana selama sisa waktu babak kedua tersebut.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Sementara Shakhtar sendiri hanya mampu melakukan satu dua tusukan yang kurang berarti ke gawang Valdes, meski sempat sesekali mengancam gawang Barca melalui beberapa pemain andalan mereka, namun Shakhtar tetap tidak mampu melewati solidnya pertahanan anak-anak Spanyol yang diarmadai Carlos Puyol,Yaya Toure dan Gerrad Pique. Hingga pluit berakhirnya babak kedua, skor masih kacamata untuk kedua tim sehingga mau tidak mau harus dilakukan tambahan waktu 2 kali 15 menit.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Babak pertama ekstra time tidak membuat anak-anak catalan mengendurkan serangan dan menurunkan tempo permainan. Mereka malah semakin beringas dan semakin agresif melakukan serangan. Beberapa peluang emas kembali diciptakan oleh kedua tim pada babak ini, namun sejumlah peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol. Sebenarnya asa anak-anak blaugrana hampir sirna dan keliatannya mereka mulai frustrasi menghadapi rapatnya dinding pertahanan anak-anak Ukraina namun mereka tetap ngotot mencoba menggedor gawang <span style="color:#000000;">Pyatov</span> meski dari luar kotak penalti. Untung bagi Shakhtar memiliki penjaga gawang sekelas Pyatov yang sejak kick off babak pertama tampil di bawah mistar dengan performa puncak. Kalau saja tidak demikian maka sejak awal babak pertama gawang Shakhtar tentu sudah menjadi bulan-bulanan trisula maut blaugrana.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Penantian Barca akhirnya tergenapi pada menit ke 25 babak kedua ekstra time. Kerja sama apik satu dua Messi-Pedro melahirkan gol semata wayang bagi kemenangan Barca. Pada momentum tersebut, Messi kembali menunjukkan kualitas dirinya sebagai kandidat kuat pemain terbaik dunia tahun ini. Meski gol tersebut bukan lahir dari kakinya, tapi Messi adalah creator bagi terciptanya gol kemenangan Barcelona tersebut. Ia membuka peluang bagi terciptanya gol tersebut melalui gocekan indahnya yang sempat membuat perhatian para pemain belakang Shakhtar menjadi kocar-kacir dan seakan melupakan keberadaan Pedro Rodriguez yang tiba-tiba saja muncul secara tak terduga dari sektor kiri lapangan. Berdiri tanpa kawalan, setelah menerima assist Messi, membuat Pedro dengan leluasa menusukkan bola datar ke arah kiri gawang pyatov. Bola deras yang menyusur sisi kiri gawang tak kuasa dihalau oleh kiper Timnas Ukraina tersebut. Keunggulan 1-0 Barca bertahan hingga sisa akhir tambahan waktu. Gol ini sekaligus membawa Barca merengkuh gelar kelimanya baik di kompetisi lokal maupun kompetisi Eropa sepanjang tahun 2009 ini. Sebuah pencapaian fenomenal bagi salah satu raksasa sepak bola Spanyol itu.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="sv-SE" align="justify"><strong>Beberapa catatan kecil:</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Secara keseluruhan kedua tim tampil baik, dengan statistik ball possesion 85% berbanding 15% untuk keunggulan Barca. Strategi negatif football yang diterapkan pelatih Shakhtar, <span style="color:#000000;">Mircea Lucescu</span> berjalan baik setidaknya strategi ini mampu memaksa Barca bermain hingga babak extra time. Kelayakan Stadion tempat berlangsungnya pertandingan ini menjadi tanda tanya besar bagi kesiapan tuan rumah (Monaco) dalam menghadapi event ini karena seperti terlihat dari pertandingan dini hari tadi, rumput stadion bisa dibilang jauh dari layak untuk digunakan pada sebuah event internasional sekelas super cup Eropa. Insiden kecil sempat mewarnai laga dinihari tadi. Insiden yang terjadi pada menit ke 90 ini melibatkan Lionel Messi dengan salah seorang pemain belakang Shakhtar, yang berujung pada kartu kuning bagi kedua pemain tersebut.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Tampilnya Shakhtar sebagai wakil klub Eropa timur (Ukraina) dalam ajang ini semakin memperkokoh trend positif kebangkitan klub-klub sepakbola Eropa timur setelah sebelumnya pada tahun lalu klub sepak bola Zenit St. Petersburgh (asal Rusia) juga berhasil menjuarai kompetisi piala UEFA.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Tanpa kehadiran Andres Iniesta yang dibekap cedera, lini tengah Barca menjadi agak sedikit pincang. Xavi Hernandes, sejauh itu sepertinya belum bisa menemukan tandem yang setara untuk menjendrali lini tengah Barcelona, tanpa kompatriotnya di Timanas matador.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Proficiat pantas  dialamatkan pada pelatih muda bertangan dingin Pep Guardiola yang secara berturut-turut mampu membawa Barcelona  menyabet tropi-tropi bergengsi sepanjang tahun 2009 ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="sv-SE" align="justify"><strong>Permenunganku:</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Agaknya perjuangan tanpa batas dan sikap spartan anak-anak Barcelona ini bisa menjadi gambaran konkret dari sebuah aphorisme favorit saya:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">” <em><em>Pemenang</em></em><em> bukanlah </em><em><em>mereka</em></em><em> yg tdk </em><em><em>pernah</em></em><em> gagal, melainkan </em><em><em>mereka</em></em><em> yg tdk </em><em><em>pernah</em></em><em> berhenti mencoba! </em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Bagaimana menurut anda?? Anda setuju??</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reynuc.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reynuc.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reynuc.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reynuc.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reynuc.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reynuc.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reynuc.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reynuc.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reynuc.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reynuc.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reynuc.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reynuc.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reynuc.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reynuc.wordpress.com/571/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=571&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reynuc.wordpress.com/2009/08/29/piala-super-eropa-pengukuhan-keperkasaan-barcelona-di-kancah-eropa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7cc488813a1b4e63edbce3f175e7304?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Reynold</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/lionel_messi_31mar20071.jpg?w=222" medium="image">
			<media:title type="html">Lionel_Messi_31mar2007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Basic Concept of Steam Methane Reforming Method (SMR Method) to produce Hydrogen</title>
		<link>http://reynuc.wordpress.com/2009/08/27/basic-concept-of-steam-methane-reforming-method-smr-method-to-produce-hydrogen/</link>
		<comments>http://reynuc.wordpress.com/2009/08/27/basic-concept-of-steam-methane-reforming-method-smr-method-to-produce-hydrogen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 07:24:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reynold Dipu</dc:creator>
				<category><![CDATA[ScienceTech]]></category>
		<category><![CDATA[Hydrogen]]></category>
		<category><![CDATA[Steam Methane Reforming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reynuc.wordpress.com/?p=556</guid>
		<description><![CDATA[So as I promised you before that I would post the other method to produce hydrogen, so here the article: The other well established technology on producing hydrogen is steam reforming. Historically, steam reforming has been the most popular method of converting light hydrocarbons like methane to hydrogen. Hereafter, it is called as steam methane [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=556&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">So as I promised you before that I would post the other method to produce hydrogen, so here the article:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">The other well established technology on producing hydrogen is steam reforming.  Historically, steam reforming has been the most popular method of converting light hydrocarbons like methane to hydrogen. Hereafter, it is called as steam methane reforming process since it is based on methane. In the steam methane reforming process, the fuel (methane) is heated and vaporized, then injected with superheated steam into the reaction vessel.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Steam methane reforming is usually carried out using nickel-based catalysts. Cobalt and noble metals are also active but more expensive. The steam reformer can operate with (always in conjunction with fuel cells) or without a catalyst. Most commercial applications of steam reforming use a catalyst to enhance reaction rates at decreased temperatures.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Steam methane reforming has three step processes to produce hydrogen, as follow:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">(1) Methane is first catalytically reformed at elevated temperature and pressure to produce a syngas mixture of H<sub>2 </sub>and CO. (2) A catalytic shift reaction is then carried out to combine CO and H<sub>2</sub>O to produce the H<sub>2</sub><span style="font-size:xx-small;"> </span>product. (3) The hydrogen product is then purified by adsorption.<span id="more-556"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><strong>1. Methane reforming to produce syngas</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">The reforming step is described by the following reaction:</p>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><img class="aligncenter size-medium wp-image-628" title="reaksi1" src="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/reaksi13.jpg?w=300&#038;h=17" alt="reaksi1" width="300" height="17" /></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">The positive change in enthalpy (+<span style="font-family:SymbolMT;">Δ</span>H) indicates that this reaction is endothermic. Methane is treated with high temperature steam to produce synthesis gas (syngas), a mixture of H<sub>2</sub>, CO, CO<sub>2</sub>, and other impurities. The reforming reaction is carried out in a reformer containing tubes filled with nickel catalyst at temperatures between 500ºC and 950ºC and a pressure around 30 atmospheres. To prevent deactivation of the nickel catalyst, the methane feed passes through guard beds filled with zinc oxide or activated carbon to remove sulfur. An excess of steam is used to enhance conversion and to prevent thermal cracking and coking via the nickel-catalyzed Boudouard reaction:</p>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><img class="aligncenter size-medium wp-image-629" title="reaksi2" src="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/reaksi21.jpg?w=300&#038;h=19" alt="reaksi2" width="300" height="19" /></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><strong>2. Conversion of Syngas to H<sub>2</sub> as the main product</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">This steam excess instead promotes the second step in the process: the conversion of syngas to the desired H<sub>2</sub><span style="font-size:xx-small;"> </span>product, following the reaction:</p>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><img class="aligncenter size-medium wp-image-631" title="reaksi3" src="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/reaksi32.jpg?w=300&#038;h=19" alt="reaksi3" width="300" height="19" /></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">This “water gas shift” is conventionally carried out at a lower temperature than the reforming reaction in several stages, each at a lower temperature. An iron based catalyst may be used for higher temperature shifts (350ºC), and a copper based catalyst for lower shifts (205ºC).</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><strong>3. Purification process to get pure H<sub>2</sub> product</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">The third step, purification, is conventionally accomplished by pressure swing adsorption (PSA) to remove water, methane, CO<sub>2</sub>, N<sub>2</sub>, and CO, producing 99.99+ pure hydrogen product. Alternatively, chemical absorption of H<span style="font-size:xx-small;">2 </span>may be achieved using an amine contactor, followed by methanation to eliminate CO and CO<sub>2 </sub>impurities.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">The highest efficiency that can be reached by this method is about 83% at HHV conditions. This method has some advantages such it can be used to produce hydrogen in big scale as well as it has been used widely for decades to produce hydrogen (not a sort of novel technology, I think). However, it also has some disadvantages such as it uses non renewable fuel which during its processes it produces amount of CO<sub>2. </sub>So, from the perspective of clean energy technology, CO<sub>2</sub> sequester must be done. And the good news is CO<sub>2</sub> capture along with storage technology is currently under development.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><strong>References:</strong></p>
<p style="margin-left:.38in;text-indent:-.38in;margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">[1] McHugh, K., 2005, <em>Hydrogen Production Method</em>, MPR Associates Inc., USA</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">[2] BRHS Chap 2, <em>Hydrogen technologies</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">[3] Fuel Cell Handbook (Fifth Edition), 2000, USA.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reynuc.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reynuc.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reynuc.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reynuc.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reynuc.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reynuc.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reynuc.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reynuc.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reynuc.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reynuc.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reynuc.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reynuc.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reynuc.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reynuc.wordpress.com/556/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=556&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reynuc.wordpress.com/2009/08/27/basic-concept-of-steam-methane-reforming-method-smr-method-to-produce-hydrogen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7cc488813a1b4e63edbce3f175e7304?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Reynold</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/reaksi13.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">reaksi1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/reaksi21.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">reaksi2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/reaksi32.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">reaksi3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita dari Kaki Gunung Merapi</title>
		<link>http://reynuc.wordpress.com/2009/08/22/sebuah-cerita-dari-kaki-gunung-merapi/</link>
		<comments>http://reynuc.wordpress.com/2009/08/22/sebuah-cerita-dari-kaki-gunung-merapi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 15:48:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reynold Dipu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Duc in Altum!]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[LPPM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reynuc.wordpress.com/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[Kalau anda pernah ke Jogja atau lebih khusus lagi bila anda pernah mengunjungi kaliurang atau kalikuning maka nama desa ini mungkin tidak asing lagi di telinga anda karena desa ini lokasinya tidak jauh dari kedua kawasan wisata kaki gunung Merapi yang terkenal itu. Nah, tepat setahun yang lalu saya dan ke 39 mahasiswa UGM lainnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=487&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Kalau anda pernah ke Jogja atau lebih khusus lagi bila anda pernah mengunjungi kaliurang atau kalikuning maka nama desa ini mungkin tidak asing lagi di telinga anda karena desa ini lokasinya tidak jauh dari kedua kawasan wisata kaki gunung Merapi yang terkenal itu.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Nah, tepat setahun yang lalu saya dan ke 39 mahasiswa UGM lainnya tinggal hampir selama dua bulan di desa ini. Di desa Candibinangun, di sebuah desa kecil di kawasan utara Jogja, kurang lebih 20 km jauhnya dari kaki gunung Merapi. Di desa inilah kami tepatnya ber40 menjadi perpanjangan tangan LPPM UGM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) dalam usaha meneruskan visi memberdayakan masyarakat Indonesia sebagai salah satu bentuk realisasi konkret atas nilai-nilai tridharma perguruan tinggi.</p>
<div id="attachment_488" class="wp-caption aligncenter" style="width: 430px"><img class="size-full wp-image-488" title="DSCI0056" src="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/dsci0056.jpg?w=420&#038;h=316" alt="Kelompok KKN Candibinangun" width="420" height="316" /><p class="wp-caption-text">Kelompok KKN Candibinangun</p></div>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --> <!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Singkat cerita, kami tiba di desa ini sekitar akhir bulan Juni, mendekati awal Juli tahun 2008 kemarin. <span lang="sv-SE">Awal kedatangan kami di desa ini disambut hangat oleh kepala desa setempat. Lantas kamipun diterima secara resmi di balai desa dan seiring ketukan palu pak kades tanda dibukanya proyek KKN (Kuliah Kerja Nyata) kami di desa Candibinangun, kamipun akhirnya dipecah dalam group-group kecil setingkat sel beranggotakan rata-rata 6-7 orang untuk disebar dalam 4 dusun terpilih yang menjadi wilayah operasional bagi proyek-proyek pemberdayaan masyarakat desa yang sebelumnya sudah kami canangkan dengan mantap. </span>“Peningkatan potensi kawasan desa Candibinangun, menuju kawasan desa wisata holtikultura melalui pengembangan sistem pertanian organik” menjadi tema pokok dari proyek yang akan kami jalankan di desa tersebut. Tema ini merupakan buah pikir bersama beberapa teman dari fakultas pertanian yang diangkat berdasarkan kenyataan di lapangan adanya potensi kawasan utara Jogjakarta yang subur dan berhawa sejuk untuk dikembangkan lebih lanjut menuju kawasan desa wisata holtikultura.<span id="more-487"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Sejurus kemudian, dengan bersepeda motor, kamipun berarak menuju dusun-dusun yang menjadi kantung-kantung kerja kami.  Saya dan beberapa teman satu  tim kebagian  di sebuah dusun yang letaknya paling utara dari desa tersebut. Selama dua bulan masa pengabdian pada masyarakat, kami diperkenankan untuk tinggal di rumah kepala dusun setempat dan di tempat itulah kami mulai menyusun dan merancang kembali program-program tambahan lainnya bagi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat setempat selain program-program yang sudah termaktub dalam tema besar di atas.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Malam harinya atas inisiatif kepala dukuh, rapat dusun pun dilangsungkan. Pada kesempatan itu kami dipersilahkan untuk menyampaikan program-program KKN. Selain menyampaikan program-program KKN, kami juga berkesempatan membuka sesi dengar pendapat dengan warga lokal soal kendala-kendala apa saja yang dihadapi para petani setempat dalam usaha meningkatkan hasil pertanian dan peternakan mereka. Jelas dialog ini bukan termasuk keahlian saya karena saya kurang memahami teknik bertani atau beternak yang baik dan efektif. Untunglah dalam kelompok saya ada beberapa teman dari fakultas pertanian dan peternakan yang tahu dengan baik hal-hal seperti itu dan sejalan dengan itu mereka pun mampu menghandle dengan baik dialog pada malam tersebut. Akhirnya, hasil rapat hari itu tidak mengecewakan bagi kami karena secara aklamasi warga setempat yang terwakili oleh perangkat-perangkat dusun menyetujui dan mendukung sepenuhnya semua program yang sudah kami ajukan sebelumnya. Malah saat kami meminta sepetak tanah untuk dijadikan lahan percontohan pertanian organik, warga setempat sama sekali tidak keberatan dan malah terbilang sangat antusias menyanggupi permintaan kami tersebut.</p>
<div id="attachment_489" class="wp-caption aligncenter" style="width: 443px"><img class="size-full wp-image-489" title="CIMG2930" src="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/cimg2930.jpg?w=433&#038;h=325" alt="CIMG2930" width="433" height="325" /><p class="wp-caption-text">Suasana Rapat Dusun</p></div>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Esoknya kami pun mulai melakukan survey lokasi dan sekalian sedikit silahturahmi ke rumah beberapa warga sekitar yang letaknya tidak jauh dari rumah pak dukuh tempat kami meninap. Hitung-hitung itu menjadi langkah awal buat kami untuk mulai bersosialisasi dengan warga sekitar dan mulai beradaptasi dengan lingkungan baru yang jelas-jelas berbeda dengan keseharian kami di kampus.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Lewat satu-dua hari masa survey, kamipun mulai merun beberapa program yang masuk dalam program pokok KKN. Salah satu program yang termasuk dalam program pokok tim yang boleh dibilang menjadi ruh dari program KKN kami adalah proyek pembuatan lahan percontohan pertanian organik.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Proyek ini pada dasarnya terbagi dalam beberapa sub proyek antara lain persiapan lahan, pembibitan, pengairan dan pemupukan, penyiraman, pemeliharaan dan pemanenan. Masing-masing sub proyek dikepalai oleh mahasiswa/i yang berbeda-beda dari tim kami. Masing-masing dari kami kebagian jatah menjadi kepala sub proyek atau istilah kerennya mandor. Setiap  mandor wajib bertanggung jawab atas bidang yang dikepalainya dan bertanggung jawab sepenuhnya atas keberhasilan jalannya sub proyek yang menjadi tanggungannya.</p>
<div id="attachment_490" class="wp-caption aligncenter" style="width: 437px"><img class="size-full wp-image-490" title="CIMG3420" src="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/cimg3420.jpg?w=427&#038;h=321" alt="CIMG3420" width="427" height="321" /><p class="wp-caption-text">Bersantai Sejenak di Lahan</p></div>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Dalam kurun waktu kurang dari seminggu beberapa sub proyek tuntas dilaksanakan tinggal beberapa sub proyek lain yang tidak bisa tidak harus dilakukan secara berkesinambungan sampai pada masa panen tiba seperti  sub proyek penyiraman dan pemeliharaan tanaman yang harus dilakukan secara rutin setiap hari, pagi dan sore. Agaknya setelah sukses merun beberapa sub program tadi, kamipun bisa sedikit bernapas lega pasalnya sebagian beban sepertinya sudah terangkat dari pundak kami. Dengan demikian, kami bisa lebih memusatkan perhatian pada beberapa proyek tambahan lainnya yang disesuaikan dengan bidang keilmuan dan keahlian kami masing-masing. Sebagai contoh dari proyek tambahan yang berbasis kompetensi ini adalah beberapa proyek sederhana seperti yang sudah kami lakukan sebagai berikut:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Ada beberapa teman yang melakukan demo pembuatan pupuk kompos dari bahan-bahan jerami, daun dan limbah hewan dengan menggunakan dekomposer yang bisa menghasilkan pupuk kompos kualitas bagus antara 10-12 hari setelah masa pembuatan sebagai proyek tambahan mereka. Hasilnya, warga dusun sangat antusias dengan tambahan ilmu ini. Sebelumnya mereka (para warga) belum mampu membuat pupuk kompos dengan hasil yang baik dan dalam kurun waktu yang singkat seperti yang sudah ditunjukkan oleh beberapa teman saya tadi. Dari beberapa testimoni yang didapat, warga setempat sangat senang untuk  tambahan pengetahuan gratis ini malah ada beberapa dari mereka yang meminta untuk diberi tambahan pengetahuan lain selain teknik pembuatan pupuk kompos yang efektif.</p>
<div id="attachment_491" class="wp-caption aligncenter" style="width: 451px"><img class="size-full wp-image-491" title="CIMG3536" src="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/cimg3536.jpg?w=441&#038;h=331" alt="CIMG3536" width="441" height="331" /><p class="wp-caption-text">Suasana Demo Pembuatan Pupuk Kompos</p></div>
<div id="attachment_493" class="wp-caption aligncenter" style="width: 454px"><img class="size-full wp-image-493" title="CIMG3531" src="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/cimg3531.jpg?w=444&#038;h=334" alt="CIMG3531" width="444" height="334" /><p class="wp-caption-text">Sebagian Ibu-Ibu yang Turut Menyaksikan</p></div>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Sementara seorang teman saya yang lain yang memang memiliki hobi mengutak-atik resep makanan dan juga mempunyai hobi makan tentunya, memperkenalkan beberapa resep makanan temuannya pada saat ia dan beberapa teman wanita lainnya menghadiri rapat ibu-ibu PKK. <span lang="sv-SE">Hasilnya; lumayan (not bad), setelah mencicipi beberapa jenis makanan buah karya teman saya tersebut banyak ibu-ibu yang berminat untuk mencoba sendiri di rumah resep ala teman saya itu.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span lang="sv-SE">Sementara saya sendiri dan dengan dibantu oleh teman-teman satu tim lainnya lebih memilih untuk memberikan sejumlah pengetahun dasar program komputer dan pengenalan beberapa periferal komputer kepada anak-anak sekolah dasar di dusun tersebut. Selain itu saya dan beberapa teman juga memberikan pendampingan belajar mata pelajaran matematika, bahasa inggris dan ilmu pengetahuan alam bagi mereka. Antusiasme yang berlebihan dari anak-anak kecil yang sangat polos ini kadang membuat saya dan beberapa teman menjadi geli. Pasalnya kelas pengenalan komputer dan pendampingan belajar dilaksanakan pada sore hari sekitar pukul 4 sore. Akan tetapi sejak pukul 1 siang waktu normal pulang sekolah, anak-anak ini malah sudah ramai berdatangan di rumah pak dukuh untuk bersiap-siap mengikuti kelas tambahan. Malah ada beberapa anak yang dengan penuh semangatnya meminta kami untuk segera memulai saja kelas tersebut meski tanpa kehadiran teman-teman mereka yang lain. Agaknya mereka sudah tidak sabaran lagi untuk melihat beberapa demo sederhana dari sebuah program komputer dan tentunya mereka juga sudah tidak sabar lagi untuk mencicipi sedikit cemilan kecil yang selalu kami selipkan sebelum akhir kelas tambahan berakhir.</span></p>
<div id="attachment_494" class="wp-caption aligncenter" style="width: 443px"><img class="size-full wp-image-494" title="CIMG3945" src="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/cimg3945.jpg?w=433&#038;h=325" alt="CIMG3945" width="433" height="325" /><p class="wp-caption-text">Suasana Kelas Pendampingan Belajar</p></div>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span lang="sv-SE">Teman saya yang lain memiliki ide yang cukup kreatif. Si teman memilih untuk mengadakan sekolah alam yang dilakukan sekali menjelang akhir masa KKN sebagai program tambahannya. Sekolah alam yang ditujukan bagi anak-anak taman kanak-kanak dan sekolah dasar ini dilakukan di lahan percontohan pertanian organik milik kami. Pada program tersebut, Sekolah alam didesain untuk memberikan tambahan pengetahuan bagi anak-anak ini tentang pentingnya mencintai lingkungan dan memberikan pengetahuan dasar pengenalan alat-alat pertanian modern maupun  konvensional. Komposisi acaranya tentu saja disesuaikan dengan level penerimaan anak-anak yang sejatinya masih senang bermain ketimbang belajar sehingga acara pagi hari itu sedikit banyak diisi dengan bermain sambil belajar, menggambar, mewarnai, menyanyi dan tentunya mengemil bersama he..he&#8230;</span></p>
<div id="attachment_495" class="wp-caption aligncenter" style="width: 451px"><img class="size-full wp-image-495" title="CIMG3802" src="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/cimg3802.jpg?w=441&#038;h=331" alt="CIMG3802" width="441" height="331" /><p class="wp-caption-text">Suasana Sekolah Alam (1)</p></div>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<div id="attachment_496" class="wp-caption aligncenter" style="width: 459px"><img class="size-full wp-image-496" title="DSCI0449" src="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/dsci0449.jpg?w=449&#038;h=337" alt="DSCI0449" width="449" height="337" /><p class="wp-caption-text">Kelas Menggambar dan Mewarnai</p></div>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<div id="attachment_498" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-498" title="CIMG3810" src="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/cimg3810.jpg?w=468&#038;h=351" alt="CIMG3810" width="468" height="351" /><p class="wp-caption-text">Suasana Sekolah Alam (2)</p></div>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span lang="sv-SE">Seiring mendekatnya masa panen dari  lahan pertanian organik kami maka dengan demikian semakin dekat pula akhir dari masa KKN kami di desa Candibinangun. Tidak terasa hampir dua bulan sudah kami berada di tengah-tengah masyarakat setempat. Sejumlah pengalaman berharga tentang hidup bermasyarakat, kebersamaan, keberagaman dan keunikan,  kerja keras dan <em>team work</em> saya peroleh dari tempat ini. Saya rasa teman-teman satu tim yang lainnya juga merasa demikian. Pengalaman yang sungguh luar biasa. Pengalaman yang jauh berbeda dengan apa yang bisa saya peroleh dari hanya sekedar membaca sejumlah literatur di ruang kuliah. Seketika semuanya itu menjadi berbeda ketika saya langsung melakoninya di lapangan.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span lang="sv-SE">Sebenarnya masih banyak program lain yang sudah dilakukan sepanjang masa KKN semisal porgram penyuluhan dan pelatihan sistem pertanian organik bagi warga yang sebagian besar adalah petani, perbaikan jembatan, penyuluhan dan pelatihan  beberapa keterampilan dasar bagi karang taruna setempat dan masih banyak lagi. Boleh dibilang secara keseluruhan semua program tersebut berhasil dilaksanakan dan hanya sedikit saja yang gagal terlaksana.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span lang="sv-SE">Di samping uniknya program-program yang sudah dilakukan, masa KKN juga menyimpan sejumlah kenangan dan cerita unik lainnya yang kadang lucu, kadang memalukan dan kadang pula menjengkelkan kalu dingat-ingat lagi he..he..</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span lang="sv-SE">Tinggal satu atap dengan teman-teman dari program studi/jurusan atau dari fakultas yang berbeda ternyata perlu waktu untuk beradaptasi. Berkumpul dengan teman-teman yang berbeda karakter memang perlu kesabaran untuk mengerti, memahami dan menerima keunikan masing-masing pribadi. Ada Orang yang bilang kalau  sudah tinggal seatap maka apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan orang tersebut akan nampak jelas terlihat. Dan saya sedikit banyak mengamini pendapat tersebut. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span lang="sv-SE">Selama dua bulan masa KKN tahun kemarin, saya berhadapan dengan karakter teman-teman satu tim yang beragam. Ada yang sangat disiplin dan serius, ada yang lucu dan kocak, ada yang rapi, teratur, well organized dan detail, ada yang bossy dan suka nyuruh-nyuruh, ada yang pendiam dan tidak banyak bicara dan ada pula yang agak lamban dan kurang cekatan.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span lang="sv-SE">Pernah keunikan masing-masing pribadi ini saling bergesekan satu dengan yang lain yang menyebabkan kami langsung terjerembab dalam situasi yang kurang mengenakan. Dan beginilah cerita itu berawal. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span lang="sv-SE">Seturut ketentuan LPPM, pada minggu pertama kedatangan ke lokasi KKN, para peserta KKN dilarang untuk meninggalkan lokasi KKN. Para peserta baru diizinkan meninggalkan lokasi KKN untuk urusan atau keperluan pribadinya setelah berakhirnya minggu pertama kedatangan ke lokasi. Dan selama masa itu semua anggota mematuhinya dan sejauh itu tidak ada masalah. Selepas minggu tersebut, saya dan beberapa teman (semuanya cowok) mulai keranjingan untuk turun ke Jogja, karena minggu setelah minggu pertama, kami diperbolehkan untuk meninggalkan lokasi asal tidak melebihi batas maksimal ketentuan yang berlaku yakni maksimal 4 atau 5 kali izin kalau saya tidak keliru. Dan juga harus mendapat persetujuan Kormasit ( koordinator mahasiswa tingkat sub unit). Lucunya, bahwa kormasit kami ini adalah orang yang tipenya tidak suka memaksa orang lain dan orangnya agak permisif. Ia tidak segan-segan memberi kebebasan kepada kami semua tak terkecuali para cewek bila mempunyai keperluan mendadak bisa meninggalkan lokasi kapan saja meski tanpa seijin dia, tetapi harus tetap dalam lingkaran yang wajar dan dapat ditolerir. Kesempatan baik ini tentu saja tidak disia-siakan oleh saya dan beberapa rekan satu tim (semuanya cowok) tetapi tidak untuk para cewek. Ternyata mereka lebih memilih untuk duduk diam di pondokan melakukan hal lain ketimbangan turun ke Jogja. </span><span lang="fi-FI">Jadi kami memanfaatkan kesempatan ini untuk beberapa kali meminta izin turun ke Jogja. Dan kemudian ini terjadi dengan frekuensi yang boleh dibilang lumayan banyak. Lebih lucunya lagi setelah di cek dan recek yang lebih sering meninggalkan lokasi adalah si kormasit ini ketimbang kami yang lain. Mulanya keseringan kami termasuk pak kormasit, begitu kami memanggilnya meninggalkan lokasi KKN ditanggapi dengan biasa saja oleh teman-teman setim lainnya (semuanya cewek). Tapi lama kelamaan mereka mulai merasa tidak suka kalau kami selalu minta izin untuk turun ke jogja dengan alasan yang kadang-kadang tidak masuk akal di mata mereka. Mereka merasa bahwa kami kong kalingkong untuk mencari hiburan atau kesenangan lain di Jogja dan meninggalkan mereka begitu saja di lokasi KKN. Mereka juga mulai merasa bahwa mereka seperti ditinggalkan dan merasa bahwa kami lari dari tanggung jawab untuk menjaga dan membantu mereka menyukseskan semua program KKN. Lantas, mereka ini pun mulai menunjukkan rasa tidak suka mereka atas kelakuan kami tersebut dengan cara khas para wanita. mogok bicara alias ngambek dengan kami. Untungnya bukan mogok makan yang mereka pilih, kalau seandainya mogok makan, tentunya kami (para cowok) bisa repot kalau kalau sampai jatuh korban. Pingsan karena mogok makan he..he.. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span lang="fi-FI">Jadi hampir dua hari lebih ke dua kubu ini tidak saling bicara satu dengan yang lain. Kubu Hawa di satu sisi dan kubu Adam di sisi yang lain. Sebelumnya pekerjaan tim yang dilakukan bersama seperti menyiram dan merawat tanaman selalu dilakukan dengan penuh canda tawa, sekarang menjadi sirna. Semua dilakukan dalam diam alias <em>silentium magnum</em>. Pernah salah seorang teman yang suka melucu mengambil inisisatif untuk lebih dahulu menyapa kaum hawa ini sambil disispi dengan beberapa guyonan, tetapi usaha teman saya ini seperti bertepuk sebelah tangan. Mereka tetap diam seribu bahasa dan tetap tidak gubris dengan keberadaan kami di samping mereka. Jujur, masalah ini sempat membuat kami semua jadi saling tidak enakan satu sama lain selama beberapa hari. Weleh..weleh.., kalau terus-terusan kayak begini bisa mandek proyek KKN kami malah lebih buruknya nanti bisa jadi gagal total. Kalau sudah begitu konsekuensinya nilai kami bisa C nih..</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span lang="fi-FI">Melihat kejadian ini sepertinya semakin menjurus kepada perpecahan tim, akhirnya saya dan beberapa teman dari kubu yang sama mulai mengambil inisiatif untuk menagajak mereka-mereka dari  kubu seberang ini untuk berdialog. Untungnya, setelah beberapa kali dibujuk dan dirayu, mereka pun akhirnya mau diajak untuk duduk bersama. Dan setelah mengeluarkan semua uneg-unegnya para wanita ini setuju untuk berdamai dengan kami (para cowok). Hm..syukurlah. So ladies, lain kali kalau ada yang tidak disukai atau ada yang mengganjal di hati, please tolong dibicarakan ya, jangan diam seribu bahasa kayak gitu donk, karena kami bukanlah malaikat atau cenayang yang tahu dengan baik isi hati kalian, bukan begitu?? </span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span lang="fi-FI"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="fi-FI" align="justify"><strong>Permenunganku:</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span lang="sv-SE">Saya jadi teringat dengan firman Tuhan: </span>Ams 27:17 “<em>Besi menajamkan besi</em>, orang <em>menajamkan sesamanya</em>.”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span lang="sv-SE">Sepertinya kedewasaan saya tidak hanya diuji dari bagaimana saya menghadapi situasi sulit tetapi kedewasaan saya juga diuji bagaimana saya harus bersikap dalam menghadapi orang lain/saudara yang sulit. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reynuc.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reynuc.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reynuc.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reynuc.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reynuc.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reynuc.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reynuc.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reynuc.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reynuc.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reynuc.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reynuc.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reynuc.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reynuc.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reynuc.wordpress.com/487/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=487&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reynuc.wordpress.com/2009/08/22/sebuah-cerita-dari-kaki-gunung-merapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7cc488813a1b4e63edbce3f175e7304?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Reynold</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/dsci0056.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCI0056</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/cimg2930.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">CIMG2930</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/cimg3420.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">CIMG3420</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/cimg3536.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">CIMG3536</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/cimg3531.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">CIMG3531</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/cimg3945.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">CIMG3945</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/cimg3802.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">CIMG3802</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/dsci0449.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCI0449</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/cimg3810.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">CIMG3810</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sulfur-Iodine water splitting cycle (SI) Using Nuclear Heat to Produce Hydrogen</title>
		<link>http://reynuc.wordpress.com/2009/08/18/sulfur-iodine-water-splitting-cycle-si-using-nuclear-heat/</link>
		<comments>http://reynuc.wordpress.com/2009/08/18/sulfur-iodine-water-splitting-cycle-si-using-nuclear-heat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 15:04:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reynold Dipu</dc:creator>
				<category><![CDATA[ScienceTech]]></category>
		<category><![CDATA[Hidrogen]]></category>
		<category><![CDATA[Nuclear]]></category>
		<category><![CDATA[SI Cycle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reynuc.wordpress.com/?p=471</guid>
		<description><![CDATA[Hydrogen is of particular interest as the secondary energy carrier because it has the potential to be storable, transportable, and environmentally benign. Hydrogen can be used as a fuel for heating, electrical production (using fuel cells), and vehicles. It is also used as a raw material for many chemical processes, such as ammonia and methanol [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=471&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Hydrogen is of particular interest as the secondary energy carrier because it has the potential to be storable, transportable, and environmentally benign. Hydrogen can be used as a fuel for heating, electrical production (using fuel cells), and vehicles. It is also used as a raw material for many chemical processes, such as ammonia and methanol synthesis, iron ore processing, petroleum processing, and many more. Currently hydrogen is produced primarily via steam reforming of methane. From a long-term perspective, methane reforming is not a viable process for large-scale production of hydrogen as a major energy carrier since such fossil fuel, in this case natural gas conversion processes consume non-renewable resources and emit greenhouse gases to the environment (However, next time I will upload another article regarding to the basic concept of steam methane reforming).<span id="more-471"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Consequently, there is a high level of interest in production of hydrogen from water splitting via either thermo-chemical or electrolytic processes. High-temperature nuclear reactors have the potential for substantially increasing the efficiency of hydrogen production from water with, no consumption of fossil fuels, no production of greenhouse gases, and no other forms of air pollution. Water-splitting for hydrogen production can be accomplished via high-temperature electrolysis or thermo-chemical processes, using high-temperature nuclear process heat.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">In particular for thermo-chemical processes, they have been developed about three thermal driven chemical cycles. Among others: sulphur-iodine (S-I), bromine-calcium (Br-Ca), and chlorine-copper (Cl-Cu) cycles. Finally, the Sulfur-Iodine (SI) cycle was selected and considered to be the best-suited cycle for H<sub>2</sub> production from nuclear heat.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">It (sulphur-iodine (S-I) cycle) can achieve higher efficiencies and use chemicals that are easier to handle compared with those used in other cycles. This process is being researched and developed by the nuclear industry in France, Japan and the United States.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">In the sulfur-iodine cycle, a heat source such as nuclear energy provides the heat necessary to drive three coupled thermo-chemical reactions. The coupled reaction system takes water as an input and through a series of reactions involving sulfur and iodine produces H<sub>2</sub> and O<sub>2</sub> as output. Process flow sheets have been developed for heat sources at 850 °C and 950 °C. The S-I cycle is described by the reactions below:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-472" title="reaction" src="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/reaction.png?w=468&#038;h=71" alt="reaction" width="468" height="71" /></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-566" title="flow_sheet" src="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/flow_sheet.jpg?w=468&#038;h=285" alt="flow_sheet" width="468" height="285" />Figure 1. SI Cycle</p>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">The overall effect is to produce H<sub>2</sub><span style="font-size:xx-small;"> </span>and O<sub>2</sub><span style="font-size:xx-small;"> </span>with the addition of only water and heat to the cycle, without producing any harmful emissions or by-products. The first reaction, the Bunsen reaction, reacts I<sub>2</sub>, SO<sub>2</sub>, and H<sub>2</sub>O with an excess of molten iodine. The excess iodine results in a two phase product with a heavier HI and I<sub>2 </sub>phase and lighter H<sub>2</sub>SO<sub>4 </sub>phase that can be separated by gravity. The second reaction, the sulfuric acid decomposition, is achieved by concentration and vaporization of the acid followed by catalytic decomposition. The third reaction, the decomposition of HI, is achieved using reactive distillation. A flowsheet describing the process, developed by the U.S. Department of Energy NERI Program demonstrates the flow of reactants between the three reactions as follow:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-474" title="flowsheet" src="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/flowsheet.png?w=468&#038;h=285" alt="flowsheet" width="468" height="285" />Figure 2. NERI Program SI Cycle Flowsheet</p>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">The predicted efficiency for the process is about 43 % (LHV) at a temperature of 900 °C. Due to heat losses in the heat exchanger, the initial heat temperature source needs to be at least 950 °C. The existing and currently commercially available nuclear reactors cannot deliver a temperature of 950 °C. However, a High-Temperature Test Reactor (HTTR) working at 950 °C is currently being trialed in Japan. Others are currently under design, including a Modular Helium Reactor (GT-MHR) proposed by General Atomics in the United States and a Pebble Bed Modular Reactor concept being developed in various countries. Both these new designs work at temperatures of 850-1000 °C</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><strong>References:</strong></p>
<p style="margin-left:.38in;text-indent:-.38in;margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">[1] McHugh, K., 2005, <em>Hydrogen Production Method</em>, MPR Associates Inc., USA</p>
<p style="margin-left:.38in;text-indent:-.38in;margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">[2]   BRHS Chap 2, <em>Hydrogen technologies</em></p>
<p style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;margin-bottom:0;" align="justify">[3] International Energy Agency.2005, <em>Prospect for hydrogen and Fuel cell</em>, head of publication service, France</p>
<p style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;margin-bottom:0;" align="justify">[4] O’Brien, J., Stoots C. M., Herring, S., 2005, <em>High Temperature Electrolysis for Hydrogen Production from Nuclear Energy</em>, 11<sup>th</sup> International Topical Meeting on Nuclear Reactor Thermal Hydraulics (NURETH-11), France</p>
<p style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;margin-bottom:0;" align="justify">[5] Ryskamp, J.M., 2003, <em>Hydrogen production from Nuclear Energy</em>, IEEE Power Engineering Society Meeting, USA</p>
<p style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reynuc.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reynuc.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reynuc.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reynuc.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reynuc.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reynuc.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reynuc.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reynuc.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reynuc.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reynuc.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reynuc.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reynuc.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reynuc.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reynuc.wordpress.com/471/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reynuc.wordpress.com&amp;blog=7330294&amp;post=471&amp;subd=reynuc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reynuc.wordpress.com/2009/08/18/sulfur-iodine-water-splitting-cycle-si-using-nuclear-heat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7cc488813a1b4e63edbce3f175e7304?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Reynold</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/reaction.png" medium="image">
			<media:title type="html">reaction</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/flow_sheet.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">flow_sheet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reynuc.files.wordpress.com/2009/08/flowsheet.png" medium="image">
			<media:title type="html">flowsheet</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
